Sunday, December 16, 2018

16 Desember 2018 | Keramian.

Lama tidak menulis membuatku kehilangan sebagian rasa dan perasaan dalam kenanganku.

Malam ini malam berawan tak berbintang.
Cahaya bulan berkerja sama dengan lampu jalan menerangi kota.

Kupanggil kembali semua ingatanku tentang diriku dan orang-orang.

Kenangan yang akan memghiburku ketika kuingat kembali di kelak nanti.

🌹
Keramaian, bukanlah tempat favoritku.

Aku berjalan sendiri di tengah keramaian.

Malamnya langit penuh asap dan tatapan para asing, membuatku sungguh gelisah dan tak nyaman.

Saat itulah akhirnya kuputuskan untuk menghubunginya.

Hangat dan nyaman seperti biasanya,
Ia menawarkan untuk datang menjemputku ke markas tempat ia berada.

Namun ku tolak bukan karna ku tak mau. Namun karna ia perlu tahu bahwa aku bisa tanpanya. Juga ia tak perlu mengorbankan lebih banyak tenanga.

Di bawah lampu-lampu kuning kecil nan gemerlap, ia duduk di sana sambil menunggu kehadiranku.

Aku datang dan duduk tepat di sampingnya.
Ia terkejut dan terseyum melihat sosokku.

Lalu ia mempertanyakan mengapa begitu nekat datang seorang diri.

Mempertanyakan bagaimana jika aku hilang ditelan keramaian.

Aku datang hanya untuk mendengar lagu-lagu yang akan pertama kali kudengar. Mecari pengalaman baru. Menyadarkan diri bahwa aku masih sendirian dan penuh kebebasan.

Malah berakhir hanya berhasil menafsirkan arti dari lantunan bernada miliknya dan bukan penyanyi aslinya.

Suasana yang semakin menyatukan pendengar,
Rasa penasaran yang membawaku ikut berdiri di kursi seperti yang ia lakukan,

Menyadari hal itu, ia mengajakku segera duduk kembali.
"Kenapa?"
"Jangan berdiri gitu ah."
"Loh? Kan kamu juga?"

Musik semakin mengencang dan ia berbisik perlahan,
"Kamu itu cewek, nes"

Aku tertawa geli dan berbisik kembali, "Itu aja, aku harus ada yang ingetin."

Kami tertawa.
Seperti biasa.

Menikmati waktu di ujung malam dalam keramaian bersama-sama.

Saat itu, ramai terasa indah.


Friday, August 24, 2018

The Beauty of Human

I believe, humans are born to be good.
No one has ever teach me to feel ashame after being such a fool
And so no one has ever teach me to be happy because of other's happiness.

Yesterday, me and my church visiting a village named Guru Kinayan.

It's 4 km from the bottom of an active mount Sinabung.

The place is real dangerous, i saw the lava with my own eyes, it was light green!
I try to capture it as fast as i could but the car moved very ungraceful.. :(

Here is some pictures i took during our charity night








The villagers are really kind and cheerful.
I mean, they know what kind of place they are living..
But seems like they don't care.

I was wondering..
Then i knew that
Faith has took a lot of work.

Wednesday, August 22, 2018

Wild Flower

We sit face to face to our last brunch.
You were there with your food in front of you
You asked me "how is it going?"
It was in Ondo.

And now i remember seeing you
in Burger King,
in Tulus AgnesMo concert, in your school, your billion church, your bedroom, cinema, rooftop, morning market, station, train, starbucks, coffee crowd, ayam cobek, salon, last becak, thirtysix, h&co, sam's, kerang, kudeta, cui ta tv and so many more.. sogo, vs..

You said,
"I want to help people with their problems and this is me, as a business woman, I believe HE has something to do through my study"
I never thought you could be this loud in my life, jen..
I let you see what color i own.
I let you know what's inside me,
My weakness my greatness.

You are the only one kind of flower, you are so rare, so special, there is none like you, but people named you Wild Flower because they can't comes up with a name for you. You are too rare.

Can't wait to catch up with you again real soon Jen!
Your sincerely,
Vanessa Fayola




Sunday, July 15, 2018

Crowd

Its a sunday afternoon
2.32 PM
Im in the middle of a crowd place named Coffee Crowd.
But instead of coffee, i have tea. A nice cup of warm tea.

Someone ever told me, he said "you have to drink warm drink before you eat your late meal. It will help your empty ulcer feels better."

Unstoppable bell ringing for orders,
reminds me of how noise and stubborn i am.
hah! Who do you think you are? I don't want to let myself follow your statement or whatever.

So i said "no, i want a nice glass of ice green tea and i promise you, i will be okay."

And he just there staring at me like 'what is this idiot girl', then he said "okay, i order a cup of warm tea."

I know he doesn't have to order warm drink because he eats on time.
But i just dont want to think way.

So yea.. I let him order that because I DON'T THINK HE'S GONNA ORDER THAT FOR ME TO DRINK A SIP, SAVE MY ULCER, AND LET ME ENJOY MY BELOVED ICE GREEN TEA!

Actually, he can order another one which is more interesting than the boring warm tea,
But gently, he wants to drink the rest of the warm tea, so it won't be waste.

He knew i didn't want to do it for myself,
So he did it for me.
Hm..
Okay.. goodnight!

Sunday, June 17, 2018

S h o w o f f.


Recently, i saw this on my friend's instagram caption,
"The better you feel about yourself, the less you feel the need to show off."

It's true.

People wants to show off because they want others' praises.

People wants others' praises because they don't feel good enough about themselves.

They dried up even they own water.

Boys and girls, please..
The more you show off,
it will never be able to stop you from wanting more praises and rely on others.

Be more independent.
Feel good about yourself!

You don't need to show your value, darling,
People will know it.

The more you show off,
The more people will think you own nothing
Because they see you begging for praises
And it's really unpleasant.

So thank God enough for all the greatness you have.
Feel. good. about. yourself.

Think,
"If people could see me the way I see myself -if they could live in my memories- would anyone love me?"
Quoted from An Abudance of Katherines by John Green

Love yourself first and others will follow.
No need to show off.
They will know.

Thursday, June 14, 2018

Kelemahanku?


Aku kesal melihat orang lain yang tidak merasa bersalah ketika ia seharusnya merasa.
Karena aku sendiri selalu berpikir untuk mengoreksi diri sendiri.
Jadi ketika seharusnya dua arah yang berusaha mengoreksi diri sendiri, tapi malah cuman satu arah yang berusaha, itu buat naik darah banget si. Parah.

Kelemahanku yang lainnya adalah
Aku bisa sangat keterlaluan mencintai suatu benda.
Jangan bermain dengan benda-bendaku.

Turutilah itu.
maka kamu bijak.

Pokonya hati-hati lah..
Karna kalau kejadiannya itu
Kamu tidak sengaja melalukan sesuatu yang tragis dengan bendaku, lalu kamu membela diri dengan berkata
"aku tidak sengaja, aku pikir kamu bla bla bla..."
kamu tidak merasa sungguh-sungguh bersalah karna kamu pikir itu hal yang seharusnya tidak apa-apa,
Lagi pula aku pasti akan memaafkan karena itu hanyalah sebuah kecelakaan.

wow.
Tidak bisa begitu sayangku.

Ketika aku justru berusaha untuk memaafkan apa yang sudah terjadi,
Berpikir kira-kira apa salah ku dalam kejadian ini? Mungkin karna aku menaruh benda itu di sembarang tempat atau bagaimana..

Tapi apa yang bisa kupikirkan adalah karena kelemahanku yang terlalu mencintai benda itu!
Tapi apakah itu permasalahannya? makanya aku kehilangan benda itu?!
Apakah aku sebenernya terlalu salah untuk mencintai benda aku sendiri???

Malah justru kamu yang merasa hal itu sudah lewat dan gak bisa balik lagi, dan tidak sepatutnya dipikirkan lagi.

Oke, benar, yang lalu yasudah, biarkanlah berlalu.

Tapi bagaimana dengan kedepannya?!
Apakah kamu tidak akan melakukannya lagi?
Karena jika kamu begitu merasa bersalah dengan apa yang kamu sudah lakukan, kedepannya kemungkinan besar kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi.
Tapi ketika kamu justru mudah merelakan kesalahanmu???..

Sama seperti ketika aku sangat menyesal punya nilai ujian merah,
Kedepannya aku malah dapat nilai yang tinggi.
Tapi ketika aku santai dan sangat positif kedepan, aku malah dapatnya nilai yang pas-pasan aja. Untung-untung gak merah.

Jadi aku tanya kamu "apakah kedepannya kamu akan melakukannya lagi?"
Dan kamu berkata "aku sih gak mau lakuin lagi, tapi kedepannya siapa yang tau?"

Dari jawaban itu saja, aku tau seberapa tingkat usahamu dalam memenuhi janji itu :)

Hellowwwww
Justru janji itu sengaja dibuat untuk menguatkan kita memenuhinya!!

Kamu brani janji.
Dan kamu berusaha keras untuk memenuhinya, kalau pun pada akhirnya kamu ada gagal,
Setidaknya kamu sudah sangat berusaha.

Kalau di langkah awal saja kamu sudah ragu dan seperti bisa memprediksi kamu akan melanggar janjinya..
HAHAHAHAHA!
WOIII
Sebernarnya seberapa sungguh-sungguhnya sih loe mau berusaha untuk memenuhi janji itu??!!

Monday, June 4, 2018

Dunia Terasa Semakin Lucu



Cuaca di luar yang sejuk,
Kesunyian dan kehangatan dalam ruangan,
beserta aroma biji kopi yang mempesona,
Disitulah dua insan duduk saling bertatapan.

Yang lainnya boleh diabaikan dulu,
Aku hanya ingin diam menatapnya sebentar lebih lama. Dan sebentar lebih lama lagi.

Entah kuterima kekuatan dari mana, tiba-tiba saja rasanya otakku mampu bekerja secara maksimal untuk mengingat setiap cerita yang ia sampaikan, setiap gerak-gerik yang ia lakukan, dari gerak perpindahan bola matanya sampai gerak jari-jari tangannya.
(Kalau ada kesempatan, mungkin gerak jari-jari kakinya pun akan ku perhatikan dan kuingat)

Sampai ketika ia menceritakan tentang hari nya yang melelahkan,
Aku pun turut merasakan kelelahannya.

Ia melipat tangannya di atas meja dan mengistirahatkan kepalanya di sana sambil menatapku.
Aku pun dengan fokus masih menatapnya.

Ia mulai dengan kata demi kata,
membukakan diri menceritakan kelemahan yang ada di hidupnya.

Hah!
LUCU.
Dunia terasa semakin lucu.
Mengapa kelemahannya justru menjadi celah untukku mencintainya lebih...

Sunday, May 20, 2018


                             

I don't care what they think.
It doesn't matter what they think.

So, i have this secret writing profile on instagram a while ago, and it still haven't got so many followers.

I use this profile to follow some writers, then there is one famous writer follow me back.

I was so surprised. Then i check the writer's following and followers number.

Then i was so surprised again.. because the following number is more than the followers number.

And i do really think this is an awesome things to know.
How could she really understand the use of instagram?
She do really know how to support others..

But still.. some people may think other side like "is it because she has poor numbers of followers, so that she try to get a respect from following a bunch of newbie writer's profile?"

Or when you didnt cry at a High School goodbye conservation, and some of them said "ew you dont cry.. you dont have heart."


Oh? Seriously?! How do you know?
Well, people choose to let you see only what they want you to see.



Saturday, February 17, 2018

Kelak Nanti

"Jie, nih" katanya, sambil menyerahkan kepadaku bantal tanpa kuminta.

"Lho memangnya kamu gak perlu pake?" Tanyaku

"Pake aja"

Lalu aku pun menerimanya.
Selang beberapa waktu kemudian, ia malah mengambil bantal milik adiknya.

Tapi tak apa, aku tetap menghargainya.

Ada lagi kejadian di lain ruang dan waktu.

"Jie, sini" --jangan bingung aku dipanggil jie karna, itu panggilan kakak dalam bahasa mandarin. Dibaca 'cie'-- ia menggandeng tanganku dan membawaku.

"Eii mau kemana kamu?" Aku udah pasrah aja mau dibawa kemana.

"Kita disini aja main" ia membawa ku ke tempat jauh dari keramaian mendekati udara malam, mengeluarkan mobil mobilannya.

Aku pun berakhir main mobil-mobilan.
Yang menggelikan, kebahagianku malahan tak kalah dengan kebahagiaannya.

Ia hanya berumur 7 tahun,
Dan aku tidak akan tau ia pernah nangis, kalau aku kehilangan se per sekian detik saja untuk melihat adanya air mata yang waktu itu lolos yang dengan segera ia hapus dengan tangannya.

Perasaannya bisa ku mengerti karena aku sendiri juga pernah menjadi seorang anak kecil yang harus menuruti setiap aturan orang tua yang bahkan belum bisa ku mengerti.

Namun begitulah, kita semua pasti pernah melalui proses masa kecil itu.

Kelak nanti ia pun akan mengerti kenapa orang tuanya memberlakukan aturan seperti itu.

Sama seperti kita sekarang,
Mungkin kita masih penuh tanya mengapa pelukis melukis canvas kita dengan warna ungu, kuning, biru, kenapa tidak orange? pink?

Tenang, kelak nanti kita juga akan melihat hasilnya.

(Omong-omong aku kangen pake bahasa Indonesia, kemarin aku baru coba baca ulang blog kedua di akun ini.. hatiku tersentuh sekali gaes)

Thursday, February 15, 2018

my priceless little time

Finally i have this time to write something on this blog. Phew..
Hahaha

I'm a chinese so today i celebrate SaCap Me which means the last day before chinese new year.
Now im on a car on the way to my phopho's house (my mom's mommy's house)

I wish i will have a great dinner with those person which i love by my own blood and i wish so as you will enjoy your SaCap Me dinner  (yea.. if you are a chinese)

Btw, i already private my instagram account.
Because
I have this big goal in my life right now.
I have never been really want something before.. until this time i really want this thing.

Which leads me to doo so many kinds of sacrifices and i hope, it will end up being a worth one.

Maybe for now,
I'm not ready to tell you what is the goal, but i promise after i've done working with all of my trials and tribulation, i will tell ya.

Hahaha and let mee tell you, as my secret internet friend,
I will still update in this blog and my twitter (@twylawind)

So don't tell anyone else.. let this be our personal secret. Shhh..