Aku kesal melihat orang lain yang tidak merasa bersalah ketika ia seharusnya merasa.
Karena aku sendiri selalu berpikir untuk mengoreksi diri sendiri.
Jadi ketika seharusnya dua arah yang berusaha mengoreksi diri sendiri, tapi malah cuman satu arah yang berusaha, itu buat naik darah banget si. Parah.
Kelemahanku yang lainnya adalah
Aku bisa sangat keterlaluan mencintai suatu benda.
Aku bisa sangat keterlaluan mencintai suatu benda.
Jangan bermain dengan benda-bendaku.
Turutilah itu.
maka kamu bijak.
maka kamu bijak.
Pokonya hati-hati lah..
Karna kalau kejadiannya itu
Kamu tidak sengaja melalukan sesuatu yang tragis dengan bendaku, lalu kamu membela diri dengan berkata
"aku tidak sengaja, aku pikir kamu bla bla bla..."
Kamu tidak sengaja melalukan sesuatu yang tragis dengan bendaku, lalu kamu membela diri dengan berkata
"aku tidak sengaja, aku pikir kamu bla bla bla..."
kamu tidak merasa sungguh-sungguh bersalah karna kamu pikir itu hal yang seharusnya tidak apa-apa,
Lagi pula aku pasti akan memaafkan karena itu hanyalah sebuah kecelakaan.
Lagi pula aku pasti akan memaafkan karena itu hanyalah sebuah kecelakaan.
wow.
Tidak bisa begitu sayangku.
Ketika aku justru berusaha untuk memaafkan apa yang sudah terjadi,
Berpikir kira-kira apa salah ku dalam kejadian ini? Mungkin karna aku menaruh benda itu di sembarang tempat atau bagaimana..
Berpikir kira-kira apa salah ku dalam kejadian ini? Mungkin karna aku menaruh benda itu di sembarang tempat atau bagaimana..
Tapi apa yang bisa kupikirkan adalah karena kelemahanku yang terlalu mencintai benda itu!
Tapi apakah itu permasalahannya? makanya aku kehilangan benda itu?!
Apakah aku sebenernya terlalu salah untuk mencintai benda aku sendiri???
Malah justru kamu yang merasa hal itu sudah lewat dan gak bisa balik lagi, dan tidak sepatutnya dipikirkan lagi.
Oke, benar, yang lalu yasudah, biarkanlah berlalu.
Tapi bagaimana dengan kedepannya?!
Apakah kamu tidak akan melakukannya lagi?
Karena jika kamu begitu merasa bersalah dengan apa yang kamu sudah lakukan, kedepannya kemungkinan besar kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi.
Tapi ketika kamu justru mudah merelakan kesalahanmu???..
Sama seperti ketika aku sangat menyesal punya nilai ujian merah,
Kedepannya aku malah dapat nilai yang tinggi.
Kedepannya aku malah dapat nilai yang tinggi.
Tapi ketika aku santai dan sangat positif kedepan, aku malah dapatnya nilai yang pas-pasan aja. Untung-untung gak merah.
Jadi aku tanya kamu "apakah kedepannya kamu akan melakukannya lagi?"
Dan kamu berkata "aku sih gak mau lakuin lagi, tapi kedepannya siapa yang tau?"
Dari jawaban itu saja, aku tau seberapa tingkat usahamu dalam memenuhi janji itu :)
Hellowwwww
Justru janji itu sengaja dibuat untuk menguatkan kita memenuhinya!!
Justru janji itu sengaja dibuat untuk menguatkan kita memenuhinya!!
Kamu brani janji.
Dan kamu berusaha keras untuk memenuhinya, kalau pun pada akhirnya kamu ada gagal,
Setidaknya kamu sudah sangat berusaha.
Dan kamu berusaha keras untuk memenuhinya, kalau pun pada akhirnya kamu ada gagal,
Setidaknya kamu sudah sangat berusaha.
Kalau di langkah awal saja kamu sudah ragu dan seperti bisa memprediksi kamu akan melanggar janjinya..
HAHAHAHAHA!
WOIII
Sebernarnya seberapa sungguh-sungguhnya sih loe mau berusaha untuk memenuhi janji itu??!!
WOIII
Sebernarnya seberapa sungguh-sungguhnya sih loe mau berusaha untuk memenuhi janji itu??!!

No comments:
Post a Comment