Malam itu adalah malam yang membuat pemikiran aku yang agak sempit tambah luas 1cm. *smoga bukan 1mm*😅
Aku gadis 17 tahun yang masih bimbang dengan masa depan mana yang akan ku pilih untuk ku jalani.
Malam itu.. aku merasa sepertinya aku tidak harus pindah kota untuk mengejar ilmu.
Yang akan ku katakan selanjutnya ini sangat mencanggungkan.. jikalau kamu sebagai pembaca yang agak jijikan.. aku saranin kamu untuk tidak usah dibaca..
Aku merasa kota yang sedang kutinggali ini membutuhkan ku.
Namun sekarang, apa yang harus ku lakukan dengan perasaan ini? Diam saja?
Ohya, waktu itu, di sore hari, ketika aku sedang berjalan pulang dari tempat les, terjadi hujan tipis berangin yang lumayan kencang.. langit berwarna kelabu yang dikuasai oleh si petir dan kawan kawannya yang rebutan giliran untuk show off. Bahkan sampai pohon pohon pun tidak mau kalah ikutan show off dengan menari-nari bergaya ala hawaii bergoyang kekiri kekanan dengan dedaunan yang dijadikan seperti pom-pomnya.😑
Aku yang sedang berjalan hujan-hujanan menuju rumah pun berpikir untuk berhenti sejenak diam berdiri di atas trotoar.
Aku menarik nafas dalam *yang sepertinya 60% yang ku hisap adalah air*
Aku merasakan suasananya yang agak ngeri kayak di film horor gitu.. *jangan bayangkan percyjackson.. karna percyjackson bukan horor*
Lalu ketika sebuah alphard kuning tidak berpintu yang sepertinya sedang berusaha menangkal tetes air hujan sebelum jatuh ke lantai itu lewat, beruntung saja aku tidak terhempas air becek cipratan alphard kuning tidak berpintu itu. Andaikan saja aku terciprat, takkan pernah ku puji mobilnya dengan sebutan alphard lagi.
Namun bukan itu intinya.
Intinya, pada saat itu
Aku sadar jika aku hanya diam saja dan tidak melakukan apa apa, bumi ini masih tetap berjalan.
Jadi sekarang, apa yang harus ku lakukan dengan perasaan ini? Do something.
And if i am clueless with what am i suppose to do, i will just do whatever it is as long as it is right. At least i do something hahaha! Okay goodnight!
No comments:
Post a Comment