Sunday, June 17, 2018

S h o w o f f.


Recently, i saw this on my friend's instagram caption,
"The better you feel about yourself, the less you feel the need to show off."

It's true.

People wants to show off because they want others' praises.

People wants others' praises because they don't feel good enough about themselves.

They dried up even they own water.

Boys and girls, please..
The more you show off,
it will never be able to stop you from wanting more praises and rely on others.

Be more independent.
Feel good about yourself!

You don't need to show your value, darling,
People will know it.

The more you show off,
The more people will think you own nothing
Because they see you begging for praises
And it's really unpleasant.

So thank God enough for all the greatness you have.
Feel. good. about. yourself.

Think,
"If people could see me the way I see myself -if they could live in my memories- would anyone love me?"
Quoted from An Abudance of Katherines by John Green

Love yourself first and others will follow.
No need to show off.
They will know.

Thursday, June 14, 2018

Kelemahanku?


Aku kesal melihat orang lain yang tidak merasa bersalah ketika ia seharusnya merasa.
Karena aku sendiri selalu berpikir untuk mengoreksi diri sendiri.
Jadi ketika seharusnya dua arah yang berusaha mengoreksi diri sendiri, tapi malah cuman satu arah yang berusaha, itu buat naik darah banget si. Parah.

Kelemahanku yang lainnya adalah
Aku bisa sangat keterlaluan mencintai suatu benda.
Jangan bermain dengan benda-bendaku.

Turutilah itu.
maka kamu bijak.

Pokonya hati-hati lah..
Karna kalau kejadiannya itu
Kamu tidak sengaja melalukan sesuatu yang tragis dengan bendaku, lalu kamu membela diri dengan berkata
"aku tidak sengaja, aku pikir kamu bla bla bla..."
kamu tidak merasa sungguh-sungguh bersalah karna kamu pikir itu hal yang seharusnya tidak apa-apa,
Lagi pula aku pasti akan memaafkan karena itu hanyalah sebuah kecelakaan.

wow.
Tidak bisa begitu sayangku.

Ketika aku justru berusaha untuk memaafkan apa yang sudah terjadi,
Berpikir kira-kira apa salah ku dalam kejadian ini? Mungkin karna aku menaruh benda itu di sembarang tempat atau bagaimana..

Tapi apa yang bisa kupikirkan adalah karena kelemahanku yang terlalu mencintai benda itu!
Tapi apakah itu permasalahannya? makanya aku kehilangan benda itu?!
Apakah aku sebenernya terlalu salah untuk mencintai benda aku sendiri???

Malah justru kamu yang merasa hal itu sudah lewat dan gak bisa balik lagi, dan tidak sepatutnya dipikirkan lagi.

Oke, benar, yang lalu yasudah, biarkanlah berlalu.

Tapi bagaimana dengan kedepannya?!
Apakah kamu tidak akan melakukannya lagi?
Karena jika kamu begitu merasa bersalah dengan apa yang kamu sudah lakukan, kedepannya kemungkinan besar kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi.
Tapi ketika kamu justru mudah merelakan kesalahanmu???..

Sama seperti ketika aku sangat menyesal punya nilai ujian merah,
Kedepannya aku malah dapat nilai yang tinggi.
Tapi ketika aku santai dan sangat positif kedepan, aku malah dapatnya nilai yang pas-pasan aja. Untung-untung gak merah.

Jadi aku tanya kamu "apakah kedepannya kamu akan melakukannya lagi?"
Dan kamu berkata "aku sih gak mau lakuin lagi, tapi kedepannya siapa yang tau?"

Dari jawaban itu saja, aku tau seberapa tingkat usahamu dalam memenuhi janji itu :)

Hellowwwww
Justru janji itu sengaja dibuat untuk menguatkan kita memenuhinya!!

Kamu brani janji.
Dan kamu berusaha keras untuk memenuhinya, kalau pun pada akhirnya kamu ada gagal,
Setidaknya kamu sudah sangat berusaha.

Kalau di langkah awal saja kamu sudah ragu dan seperti bisa memprediksi kamu akan melanggar janjinya..
HAHAHAHAHA!
WOIII
Sebernarnya seberapa sungguh-sungguhnya sih loe mau berusaha untuk memenuhi janji itu??!!

Monday, June 4, 2018

Dunia Terasa Semakin Lucu



Cuaca di luar yang sejuk,
Kesunyian dan kehangatan dalam ruangan,
beserta aroma biji kopi yang mempesona,
Disitulah dua insan duduk saling bertatapan.

Yang lainnya boleh diabaikan dulu,
Aku hanya ingin diam menatapnya sebentar lebih lama. Dan sebentar lebih lama lagi.

Entah kuterima kekuatan dari mana, tiba-tiba saja rasanya otakku mampu bekerja secara maksimal untuk mengingat setiap cerita yang ia sampaikan, setiap gerak-gerik yang ia lakukan, dari gerak perpindahan bola matanya sampai gerak jari-jari tangannya.
(Kalau ada kesempatan, mungkin gerak jari-jari kakinya pun akan ku perhatikan dan kuingat)

Sampai ketika ia menceritakan tentang hari nya yang melelahkan,
Aku pun turut merasakan kelelahannya.

Ia melipat tangannya di atas meja dan mengistirahatkan kepalanya di sana sambil menatapku.
Aku pun dengan fokus masih menatapnya.

Ia mulai dengan kata demi kata,
membukakan diri menceritakan kelemahan yang ada di hidupnya.

Hah!
LUCU.
Dunia terasa semakin lucu.
Mengapa kelemahannya justru menjadi celah untukku mencintainya lebih...