Disaat hari-hari menjelang Ujian Nasional, aku banyak mengalami tekanan-tekanan yang membuatku terpuruk dengan pilihan aku untuk lulus Ujian Nasional dengan jujur.
Teman sekelasku begitu kerasnya membujukku untuk menggunakan kunci jawaban Ujian Nasional. Dan menolak bujukannya itu bukanlah hal yang mudah. Tidak cukup hanya dengan kata-kata seperti 'maaf aku engga bisa. Karna aku mau lulus Ujian Nasional dengan jujur' penolakan seperti itu sangat tidak berguna namun itulah yang terjadi. Aku menolaknya dengan kata-kata seperti itu.
Tanpa pikir panjang ia pun membalasku dengan kata-kata yang lebih mengerikan 'kalau tanpa kunci? Apa kamu yakin kamu bisa lulus? Engga! Karna kamu engga sepintar itu!'
Okay aku sangat tersinggung.. kalimat barusan telah memancing emosi ku aku membuat cengkraman di tanganku untuk menahannya tapi tidak berhasil. Aku kehilangan kendali dan berkata dengan lantang dan jelas 'KALAU GITU BUAT APA SELAMA TIGA TAHUN INI KAMU SEKOLAH?! MENDING KAMU LANGSUNG IKUT UJIAN NASIONAL HABIS ITU LULUS AJA PAKE KUNCI !! DASAR PECUNDANG!'
Hening.. terjadi keheningan selama beberapa detik. Aku tidak tau sejak kapan aku menyimpan monster semacam itu didalam diriku. Teman ku pergi tanpa sepatah kata pun.
Aku sangat terpuruk dengan apa yang telah terjadi dan yang sedang terjadi.. bagaimana dengan yang akan terjadi? apa benar aku engga bisa lulus tanpa kunci? Aku stress.. aku bergumul sendiri.. aku sangat terpuruk.. aku kehilangan harapan. Aku tidak bisa bertahan dengan perasaan seperti ini terus. Aku harus lakukan sesuatu.. tapi apa? Ohh! Berdoa! Kemudian aku pun berdoa berharap diriku bisa menjadi jauh lebih tenang dan menemukan pencerahan.
Setelah berdoa, handphone ku berbunyi yang menandakan ada pesan masuk. Aku benci pesan masuk disaat seperti ini. Tetapi aku tidak mengabaikan pesan itu.
Aku melihat ke layar handphone. Pesan yang masuk itu dari kakak kelasku. Aku buka dan Isinya 'Vanessa! Goodluck buat Ujian Nasional mu! Kamu pasti bisa lakuin itu semua dengan jujur!'
Aku terpaku. pesannya barusan itu.. mustahil! hahahaha! Perasaan ini tidak wajar. Aku merasakan senyuman mulai menghiasi wajahku sekaligus juga dengan air mata yang sepertinya dari tadi sudah menunggu saat yang tepat untuk keluar dan membasahi pipiku. Aku sangat bahagia! Ia kakak kelas ku telah membangkitkan harapan ku kembali ke permukaan dari yang sudah jatuh ke jurang terdalam. Hahahaha.
Disusul lagi dengan dukungan juga harapan dan kepercayaan dari teman-teman dikomunitas ku.
Disaat inilah aku merasa seperti aku bisa melewati semua ini dengan sangat lancar. Entah bagaimana cara aku berterima kasih kepada kalian semua. Hanya inilah yang bisa kulakukan menceritakannya pada dunia betapa bangganya diriku memiliki kalian dihidupku.
Ohya untuk yang nanti mau Ujian Nasional entah kapan pun itu ingatlah kejujuran itu mencerminkan kepribadianmu.
No comments:
Post a Comment